Selasa, 08 November 2011

KETIKA KEHIDUPAN TERASA BERAT


Bagaimana kita bertahan ketika kehidupan terasa berat?
Bagaimana kita bertahan ketika kita berkabung, kesepian, atau  tidak mempunyai uang?
Kita hanya mungkin menangani masalah-masalah kita sendiri ketika kita mendaki gunung . . .
Kalau kita mendaki gunung dan kita terhenti di suatu pijakan sempit, tiba-tiba kita fokus pada momen yang kita hadapi sekarang!
Kita melupakan tentang masa depan. Seluruh upaya, kita kerahkan ke langkah berikutnya. Lalu langkah berikutnya lagi. Setapak demi setapak.




Pada akhirnya kita bebas.
Ternyata strategi yang sama juga efektif untuk kehidupan sehari-hari.
Ketika segalanya tampaknya tiada harapan, Kita mengarahkan focus pada momen yang sekarang. Kita menangani masalah demi masalah.  Kita mengambil selangkah, berhasil. Kita mendapat sedikit keyakinan  . . . dan mengambil selangkah lagi, dan selangkah lagi. Pada akhirnya kita menemukan ternyata yang terburuk telah berakhir. Seandainya kita khawatir tentang.
      a.       Segala yang perlu kita lakukan bulan depan, atau
      b.      Segala yang tidak beres tahun depan, jangan-jangan kita gila!
Akan tetapi, kita dapat menangani sehari demi sehari. Lalu jika setiap 24 jam itu terasa terlalu berat, jalani saja lima menit demi lima menit.

Ringkasnya:
Yang dapat kita lakukan adalah mengerahkan upaya terbaik kita hingga waktunya tidur. Biarkan hari esok mengurus dirinya sendiri. (Recorded Mathew by wbi:Bajill)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar