Sabtu, 22 Oktober 2011

FILOSOFI PRIBADI


Memang kehidupan ini aneh bukan? Semua orang mendambakan kebahagiaan, namun di mana kita dapat mempelajarinya? Kita telah dilahirkan, Kemudian kita bersekolah.





Kita belajar berhitung. Kita belajar tentang hemoglobin dan bahkan sampai belajar pegunungan Himalaya. Akan tetapi, kita tidak pernah belajar tentang kebahagiaan. Kadang orang bertanya pada dirinya sendiri, “mengapa sebagian orang selalu bahagia?”. Lalu bertanya kembali, “apakah orang bahagia lebih cerdas daripada kita yang lain? Atau apakah orang bahagia itu pada dasarnya terlalu konyol untuk menyadari bahwa mereka seharusnya merana?”. . .








Ketika saya masih anak-anak, sering saya memimpikan tentang masa depan. Namun, ketika pada akhirnya saya mencapai masa depan, seringnya saya kecewa. Ternyata saya menemukan kehidupan lebih berat dari pada kelihatannya. Saya bertanya “Mengapa orang lain hidupnya lebih menarik?”,lalu,”Mengapa orang lain lebih bahagia daripada saya?”. Kita membaca banyak buku. Kita mengikuti ceramah dan seminar. Saya mencoba mendaki menaklukan bukit terjal. Bahkan anda mungkin belajar berjalan di atas bara api.
Saya juga membaca tentang beberapa filsuf dan penemu-penemu besar. Saya kira mereka akan mengajarkan saya tentang kebahagiaan,,ternyata tidak begitu. Sebagian besar dari mereka tidak bahagia dan kebanyakan dari mereka adalah ahli berhitung matematika.

Akhirnya saya hanya meyakini bahwa yang penting adalah filosofi milik kita sendiri, filosofi yang saya gunakan sehari-hari tentang urusan pekerjaan, uang, kekhawatiran, kegagalan, persahabatan, keluarga dan masa depan. Filosofi sehari-hari inilah yang akan kita digunakan untuk menjalani padang surut kehidupan ini yang merupakan landasan yang akan kita gunakan untuk membangun kehidupan kita. Seperti ketika orang mengatakan .  .  .  .

“Semua terjadi karena ada alasannya”, atau “Bencana adalah kesempatan” atau bahkan “Semua pria adalah buaya!”. Hal ini bersifat pribadi. Filosofi pribadi adalah lensa yang kita gunakan untuk memandang setiap masalah dan kesempatan. Sering kali, itulah alasan yang kita peroleh untuk tetap berusaha atau menyerah. Orang bahagia belum tentu orang yang paling cerdas atau yang paling kaya. Tetapi mereka mempunyai filosofi pribadi yang sangat membantu mereka, biasanya orang yang bahagia mempunyai beberapa kesamaan filosofi pribadi tentang kehidupan ini.
(Andrew Mathew Recorded by WBI:Bajill)

1 komentar: