Jumat, 25 November 2011

YANG PENTING ADALAH KEPUTUSAN, KEPUTUSAN, KEPUTUSAN


Ketika merenungkan hidup kita, ada hal hal yang akan kita sesali. Kita telah mengambil keputusan yang salah.
SALAH KAH???
Kita telah mengambil keputusan yang benar. Hidup adalah tentang mengambil keputusan-keputusan.
Apakah saya akan memiliki mobil yang cepat atau yang praktis?
Apakah saya seharusnya kuliah atau bekerja?
Apakah saya akan minum anggur, bir atau air?
Apapun keputusan yang kita ambil, itulah satu-satunya keputusan yang dapat kita ambil. Jika tidak, kita akan mengambil keputusan lain. Apapun yang kita lakukan, kita lah yang memilih. Jadi apa yang harus disesali? Kita adalah orang yang memilih untuk menjadi orang yang kita pilih. (Recorded Arden by wbi:Bajill)

LEBIH BAIK MENYESALI APA YANG TELAH KITA LAKUKAN DARIPADA MENYESALI APA YANG TIDAK KITA LAKUKAN


Banyak orang mencapai usia empat puluh tahun, hanya untuk menyadari bahwa mereka telah melewatkan banyak hal dalam hidup. Dalam banyak kasus, mereka telah mengalami segala hal, kecuali ketika tantangan dihadapkan terhadap mereka, mereka kehilangan keberanian untuk menyambutnya.

Selasa, 08 November 2011

KETIKA KEHIDUPAN TERASA BERAT


Bagaimana kita bertahan ketika kehidupan terasa berat?
Bagaimana kita bertahan ketika kita berkabung, kesepian, atau  tidak mempunyai uang?
Kita hanya mungkin menangani masalah-masalah kita sendiri ketika kita mendaki gunung . . .
Kalau kita mendaki gunung dan kita terhenti di suatu pijakan sempit, tiba-tiba kita fokus pada momen yang kita hadapi sekarang!
Kita melupakan tentang masa depan. Seluruh upaya, kita kerahkan ke langkah berikutnya. Lalu langkah berikutnya lagi. Setapak demi setapak.

Sabtu, 22 Oktober 2011

FILOSOFI PRIBADI


Memang kehidupan ini aneh bukan? Semua orang mendambakan kebahagiaan, namun di mana kita dapat mempelajarinya? Kita telah dilahirkan, Kemudian kita bersekolah.





Kita belajar berhitung. Kita belajar tentang hemoglobin dan bahkan sampai belajar pegunungan Himalaya. Akan tetapi, kita tidak pernah belajar tentang kebahagiaan. Kadang orang bertanya pada dirinya sendiri, “mengapa sebagian orang selalu bahagia?”. Lalu bertanya kembali, “apakah orang bahagia lebih cerdas daripada kita yang lain? Atau apakah orang bahagia itu pada dasarnya terlalu konyol untuk menyadari bahwa mereka seharusnya merana?”. . .